Nasionalisme Cara Letto

September 27, 2006

MASIHKAH anak-anak muda, yang terlahir sebagai generasi pop, menyimpan nasionalisme di dasar hatinya? Salah, sungguh salah, kalau Anda meragukannya. Anak-anak muda selalu memiliki cara untuk menunjukkan kecintaan itu.

Lihatlah cara Letto, grup band asal Yogya yang kini tengah naik daun itu, untuk mengungkapkan nyala api cinta pada negara. Ketika manggung di pelataran PRPP dalam rangka Mega Jateng Expo 2006, beberapa waktu lalu, mereka menunjukkannya lewat lagu.
Ya, di sesela penampilannya, Noe sang vokalis mengajak para penonton untuk menyanyikan sebuah lagu wajib. Tentu saja para penonton terhenyak, mendengar ajakan tak lazim itu.
”Siapa yang cinta Indonesia?” tanya Noe, sebelum memulai ajakannya, yang kontan disambut acungan tangan penonton. ”Kalau masih cinta, mau menyanyi sebuah lagu wajib bersama Letto.”


Melihat keraguan yang menggayut pada respons para penonton, penyanyi yang tak lain adalah putra budayawan Emha Ainun Nadjib itu memulai lagunya. Maka, mengalunlah ”Berkibarlah Benderaku” karya Ibu Sud itu dalam irama pop yang riang.
”//Berkibarlah benderaku/ lambang suci gagah perwira/ di seluruh pantai Indonesia/ kau tetap pujaan bangsa…//” lantunnya.

Pada awalnya, ribuan penonton yang memadati pelataran PRPP malam itu, terlihat masih gamang menyahut vokal Noe. Tapi, aransemen ngepop yang dimainkan Patub (gitar), Ari (bas), dan Dedi (drum) membuat mereka lupa, Letto tengah menyanyikan lagu wajib.
Maka, sejurus kemudian terdengar koor yang kompak, melanjutkan lagu itu. Noe, pemilik nama panjang Sabrang Mowo Damar Panuluh itu tinggal menyorongkan mikrofon untuk menangkap semangat yang telah menular ke kepala para penonton.
”//Siapa berani menurunkan engkau/ serentak rakyatmu membela// Sang merah putih yang perwira/ berkibarlah s’lama-lamanya…//
Lihatlah, sekitar lima penonton merangsek ke arah pagar, yang berjarak dua meter di depan panggung. Di hadapan Letto, mereka membentangkan bendera merah putih, sembari tetap menyanyikan lagu wajib yang ngepop itu.

Album Perdana
Tentu tak cuma lagu wajib yang dibawakan Noe dan grup bandnya. Demi memuaskan para fans, mereka juga membawakan lagu-lagu yang diambil dari album pertama mereka yang bertajuk Truth, Cry, and Lie. Lagu-lagu yang dinyanyikan Letto antara lain ”Truth”, ”Cry & Lie”, ”Sebenarnya Cinta”, ”Tak Bisa Biasa”, ”No One Talk Ab’ Love Tonite”, ”Ruang Rindu”, ”Insensitive”, ”Sampai Nanti”, dan ”Sampai Mati”.

(Sumber: Suara Merdeka, Achiar M Permana)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s