Noe: Letto Artinya tanpa Arti

September 12, 2006


LETTO adalah tanpa arti. Itulah pengertian nama band asal Kota Gudeg Yogyakarta.
Meski tak terdefinisi tapi Letto ingin memberikan arti di blantika musik Indonesia.

Hal tersebut diungkapkan vokalis Letto Noe usai manggung di SMA 1 Balikpapan, Minggu (27/8) malam. “Letto itu berarti tanpa arti. Kita juga enggak tahu arti letto,” jelas Noe.

Grup band yang berdiri April 2004 tersebut melambung setelah album pertama mereka yang bertitel truth, cry and lie meledak di pasaran lewat hitsnya sampai nanti sampai mati. Band yang digawangi Noe (vokalis), Dedi (drum), Ari (bass) dan Patub (gitar) ini senang dapat manggung kembali di kota Balikpapan. “Senang, ini kedua kalinya kami manggung di sini (Balikpapan). Sebelumnya kami pernah tampil di Hotel Bahtera,” kata Neo. Putra budayawan Emha Ainun Nadjib tersebut senang melihat antusias masyarakat Balikpapan. Menurut pria berambut gondrong tersebut, saat manggung banyak penonton yang hapal dengan lirik lagu Letto, bukan hanya yang berlirik Indonesia, tapi juga yang berbahasa Inggris.

Itu artinya, mereka (penonton) benar-benar bisa menikmati lagu-lagu kami,” jelasnya. Namun, selain membidik pasar lokal Letto juga ingin menembus balantika musik mancnegara. Dengan kata lain Letto berniat untuk go international.

Cita-cita Letto tersebut bukan sekadar isapan jempol. Keseriusan Noe dkk menembus pasar internasional sudah terlihat sejak peluncuran album pertama Letto. Di album tersebut selain menyanyikan lagu berlirik bahasa Indonesia juga ada beberapa yang berbahasa Inggris, yakni U and I, Truth, Cry and Lie dan No One Talk About Love Tonight.

Ya, kelemahan band Indonesia untuk go international kan bahasa. Karena itu, kami coba untuk menciptakan lagu berbahasa inggris, siapa tahu ada orang barat yang dengar dan langsung menjual Letto ke pasar internasional,” kata Noe. Ia juga menambahkan bahwa, di album kedua mereka yang akan diluncurkan tahun depan, masih akan dihiasi dengan lagu-lagu berbahasa Inggris.

Selain membahas musik dan cita-cita Letto, Noe juga mengungkapkan keprihatinannya atas peristiwa gempa yang meluluhlantakkan DI Yogyakarta, terutama Kabupaten Bantul. Apalagi pada bencana alam yang menelan ribuan nyawa dan meratakan ribuan rumah dengan tanah tersebut juga menimpa personel Letto. Rumah Ari di Imogiri juga rata dengan tanah.

Tapi untungnya enggak ada personel kami yang tewas,” katanya. Karena itu, dalam beberapa bulan terakhir ini Letto sering mengumpulkan dana untuk membantu saudara mereka yang terkena gempa. Saat ditanya tentang koran Tribun Kaltim, Noe menjawab sudah pernah dengar, karena sebelumnya Letto juga pernah manggung di Balikpapan.

Oya, tahu. Karena dulu kami juga pernah ke sini dan melihat waktu nginap di hotel” ungkapnya singkat. Bicara tentang Balikpapan, Noey mengaku asyik saja di Kota Minyak.

Kota ini asyik, tapi sayang jika ke sini kami enggak sempat mutar-mutar karena harus cepat balik. Tapi yang pasti, Letto masih ingin terus manggung di Balikpapan. Sampai nanti, sampai mati,” katanya.

(sumber: tribunkaltim.com, foto: musica)

One Response to “Noe: Letto Artinya tanpa Arti”

  1. salfa Says:

    gw sukaaaaaaaaaa!!!!banget ma noe.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s