Konser di Batam: Letto Usung Konsep Sederhana

July 3, 2006

PENAMPILAN sederhana dan apa adanya masih tetap dijalani grup band Letto, kendati mereka sudah bisa disebut sebagai artis. Dari kesederhanaan itulah mereka mampu menjadi band yang berbeda di blantika musik tanah air.
“Kami memang ingin menyuguhkan sesuatu yang berbeda, dan kami tak ingin disebut sebagai artis, karena kami ingin tampil apa adanya saja,” ujar Aldi, manajer Letto.

Grup band asal Yogyakarta yang berulangkali mengaku nama band-nya tak punya arti ini, sudah berhasil menjual album pertamanya yang berjudul Truth, Cry and Lie sebanyak 63 ribu kopi.
“Kami belum tahu bisa dibilang sukses atau tidak, karena tolok ukurnya berbeda-beda. Tapi yang pasti kami ingin memberikan yang terbaik,” papar Noe, sang vokalis.

Kesederhanaan itu terlihat dari para personel Letto yang tetap mau menyiapkan semua peralatan musik sebelum mereka melakukan check sound.
“Memang saya ingin seperti itu, jadi kami tidak merasa diri menjadi artis. Kalau sudah merasa diri menjadi artis, inginnya selalu yang baik-baik saja dan hanya tahu beres,” jelas Aldi lagi.
“Kami ingin terus menyadari jika kami ingin tampil sederhana, karena kami juga hidup dari orang-orang yang sederhana. Tanpa mereka, kami bukan apa-apa,” sambungnya.
Aldi mengaku, setiap bulannya, Letto selalu mengadakan konser infaq, atau konser gratisan. “Semuanya full tidak dibayar, tapi kami hanya dibiayai ongkos akomodasi dan transportasi. Supaya kami tetap tahu kalau orang-orang sederhanalah yang membuat kami ada,” tutur Aldi.

Menurut Wiwiek Tandiono, Manager NoName, konser ini diadakan karena agenda bulanan yang menghadirkan para artis dari Jakarta. “Kebetulan kami dihubungi untuk saat mereka hendak tampil pertama kalinya di Batam, dan kami pun siap menerimanya,” terangnya.
Menurut Alex Burnama selaku Area Sales Cooperation Coordinator XL Sumatera 2 menjelaskan, konser ini merupakan program reguler yang dilaksanakan XL untuk para pelanggannya. Kali ini ditujukan khusus bagi pengguna kartu XL dan masyarakat umum.

“Ini merupakan program pertama dalam bentuk reward bagi para pelanggar XL bebas dan rencananya program ini akan dilakukan secara rutin,” jelasnya.

(sumber; tribun batam)

4 Responses to “Konser di Batam: Letto Usung Konsep Sederhana”

  1. Anonymous Says:

    Where did you find it? Interesting read »

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s